• Imagen 1 Peta Indonesia
    Berjajar pualu pulau sambung menyambung menjadi satu !

Lafal Sumpah Apoteker Indonesia

1. Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan peri kemanusiaan, terutama  dalam
    bidang kesehatan.
2. Saya akan merahasiakan segala sesuatu  yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan
    keilmuan saya sebagai Apoteker.
3. Sekalipun diancam, saya tidak akan  menggunakan pengetahuan kefarmasian saya  untuk
    sesuatu yang bertentangan dengan hukum peri kemanusiaan.
4. Saya akan menjalankan tugas saya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan martabat dan
    tradisi luhur jabatan kefarmasian.
5. Dalam menunaikan kewajiban saya, saya akan berikhtiar sungguh-sungguh supaya tidak
    terpengaruh pertimbangan, Keagamaan,  Kebangsaan, Kesukuan, Politik Kepartaian
    atau Kedudukan Sosial.
6. Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh-sungguh dan dengan penuh keinsafan.


apotik-s7.blogspot.com
Powered by Starfish7
Read more! - Lafal Sumpah Apoteker Indonesia

Patient Tailored Medicine | Seminar

Keluarga Alumni Fakultas Farmasi bekerja sama dengan Fakultas Farmasi UAD, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Pusat Informasi Obat (PIO), HISFARSI dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Mengadakan seminar dengan tema "Peran Farmasis dalam Individualisasi Terapi (Patient Tailored Medicine)". Batas akhir pendaftaran 10 Oktober 2011.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan :
Hari/Tanggal : Kamis/13 Oktober 2011
Waktu   : 08.00 s.d 15.00wib
Tempat  : Auditorium Kampu III UAD (Jl. Prof., Dr., Soepomo, Janturan, Umbulharjo Jogja.

Biaya/Kontribusi Peserta :
Alumni & Mahasiswa UAD, Rp.50.000,-
Praktisi & Akademi Non Farmasi UAD, Rp.100.000,-
Anggota HISFARSI, Rp.50.000,-

Fasilitas :
Seminar Kit
Snack & Lunch
Sertifikat (SKP IAI)

Info Pendaftaran :
PIO UAD
Kampus III Universitas Ahmad Dahlan, Fakultas Farmasi lt.2
Jl. Prof., Dr., Soepomo, Janturan, Umbulharjo, Yogyakarta.
Telp. (0274) 7497 709
Hp. 08157996116 (Andriana), (0274) 8517 370 (Adnan), 08562594620 (Lolita)
Fax. (0274) 381 523

Brosur :

Supported by

apotik-s7.blogspot.com [] Powered by Starfish7
Update, 10 Oktober 2011
Read more! - Patient Tailored Medicine | Seminar

Profil

Starfish 7
Sebuah Inspirasi Untuk Dedikasi


Powered by Firman Koga
Read more! - Profil

Sitemap Apotik-S7



apotik-s7.blogspot.com
Powered by Starfish7
Read more! - Sitemap Apotik-S7

Pengertian Diuretika

Diuretika merupakan obat yang bekerja pada ginjal dengan meningkatkan ekskresi air dan NaCL. Umumnya reabsorpsi dari garam dan air masing-masing dikendalikan oleh hormon aldosteron dan vasopressin.

Indikasi :
  1. Mengurangi udem pada gagal jantung kongestif, ginjal dan serosis hati,
  2. Glaukoma,
  3. Diuresis yang dipaksakan karena keracunan.
Pembagian diuretika :
Diuretika Osmotik (dipakai untuk zat yang bukan elektrolit, BM kecil, mudah dan cepat diekskresi oleh ginjal) 
Tempat kerja : Tubulus proksimal, Henle's loop dan Ductus colligens.
Contoh : Ureum, Manitol, Sorbitol dan Gliserin.

Diuretika Penghambat Karbonik Anhidrase
Berperan penting dalam hal, proses reabsorpsi ion bikarbonat dan sistem buffer darah.
Tempat kerja : Tubulus proksimal.
Contoh : Asetazolamid (derifat sulfonamid) dan Diklofenamid.

Diuretika Tiazid (Menghambat reabsorpsi NaCl)
Tempat kerja : Tubulus distal bagian awal
Contoh : Klortiazid, Bendroflumetiazid.
Efek samping :
*  Hipokalemia
    Dapat menimbulkan aritmia jantung, terutama pada pasien yang diterapi dengan digitalis,
    diatasi dengan penambahan suplemen K+ dan kombinasi dengan diuretik hemat K+.
*  Hiperurisemia
    Karena terjadi persaingan sekresi antara Tiazid dan Asam urat.
*  Toleransi glukosa dapat ternganggu
*  Meningkatkan kadar kolesterol plasma
Diuretika Hemat Kalium (Menghambat reabsorpsi natrium dan sekresi kalium)
Contoh : Spironolakton (antagonis aldosteron), Triamteren dan Amilorid.
Efek samping : Dapat menyebabkan hiperkalemia berat apabila dikombinasi dengan ACE Inhibitor.

Diuretika Kuat (loop's diuretic) - Efektif pada pasien dengan gangguan pada fungsi ginjal
Mekanisme Kerja : Menghambat transport elektrolit aktif seperti Na, K, Cl, dengan mekanisme pompa Na+ K+ ATPase.
Contoh : Furosemid, Asam Etakrinat dan Bumetanid.
Efek samping :
*  Ketulian pada dosis tinggi,
*  Hiperglikemik, hiperurisemia, hipotensif dan hipokalemia..
 apotik-s7.blogspot.com
Powered by Starfish7
Read more! - Pengertian Diuretika

Obat - Obat Otonom


Digolongkan menjadi ;
  • Parasimpatomimetik / Kolinergik
  • Simpatomimetik / Adrenergik
  • Parasimpatolitik / Kolinolitik
  • Simpatolitik
  • Obat ganglion.

SSO SARAF PARASIMPATIS
       Neurotransmitter : Asetil Kolin (Ach)
       Reaksi : Asetil Ko Enzim A + Kolin ==> Asetil kolin 
       
       Reseptor dari Asetil Kolin :
       Resptor muskarinik (pada otot polos) terbagi atas :
           M1 : Terdapat pada sel-sel otak dan sel-sel parietal lambung
           M2 : Terdapat pada jantung
           M3 : Terdapat pada otot polos dan kelenjar.
       Reseptor Nikotinik ( pada otot rangka ) terdapat pada :
             -  Ganglia otonom (simpul saraf)
             -  Medula adrenal.

Obat-obat yang bekerja pada saraf parasimpatis : 
Kolinomimetik = Kolinergik = Parasimpatomimetik 

Obat yang kerjanya mirip dengan asetil kolin dibagi atas : 
<!> Bekerja langsung pada reseptor Ach, yaitu : 
       Nikotinik agonis (Ganglion stimulan) 
       Tidak digunakan dalam klinis, meningkatkan motilitas usus, meningkatkan salivasi dan ekskresi bronkus. 
       Contoh > Nikotin 

       Muskarinik agonis 
       * Karbakol dan Betanekol
          Karbakol mempunyai kekuatan 800 kali Ach, sedangkan Betanekol mempunyai kekuatan 10 kali Ach
          Digunakan untuk menstimulasi peristaltik ureter pada kandung kemih & menurunkan kapasitas 
          kandung kemih (biasa digunkan pada penyakit ginjal atau sesudah operasi). 

       * Pilokarpin (pada tetes mata) 
          Untuk mengurangi tekanan intra okuler pada penderita glaukoma. 

<!> Antikolinesterase = Anti Asetil kolin Esterase
       Bekerja menginhibisi enzim asetilkolin esterase yang berperan dalam perubahan asetilkolin menjadi asam 
       asetat dan kolin, sehingga asetilkolin dapat secara bebas mencapai reseptornya.

        Yang bekerja secara reversibel
        * Edrphonium (Untuk pengobatan pada miastenia gravis).
        * Fisostigmin (Dalam sediaan tetes mata untuk pengobatan glaukoma).
        * Neostigmin & Piridostigmin.        

        Yang bekerja secara irreversibel 
        Dari golongan senyawa fosfor organik 
        Contoh > Insektisida Paration dan Malation.

Kolinolitik = parasimpatolitik 
Merupakan antagonis reseptor kolinergik yang terbagi menjadi ;
<!>  Bloker Ganglion
        Menyebabkan hipotensi, midriasis, mulut kering, konstipasi, retensi urin dan impoten.
        Contoh : Trimetaphan (Digunakan untuk memelihara kondisi hipotensi pada saat operasi).
<!>  Antagonis Muskarinik
        Bekerja memblok efek asetilkolin yang dilepaskan dari postganglion saraf parasimpatis.
        Atropin yang merupakan alkaloid dari tanaman Atropa belladona merupakan prototipe dari golongan ini.

        Atropin dan Hyosin (Scopolamin)
        * Medikasi pre-anestesi pada saat operasi untuk menghambat sekresi bronkus yang berlebihan.
        * Sebagai antispasmodik untuk mengatasi kejang pada saluran cerna.
        * Pengobatan Parkinson’s Disease (Benzatropin).

         Iprotropium (Merupakan terapi tambahan pada pengobatan asma).

         Tropicamid
(Untuk mendilatasi pupil mata).

          Hyosin (Untuk mabuk perjalanan).

SSO SIMPATIS
Neurotransmiter :
Yang dihasilkan oleh ujung;
Saraf simpatis ==> Nor Adrenalin / Nor Epinefrin
Yang dihasilkan oleh medula;
Adrenal ==> Adrenalin“SSO Simpatis berperan penting dalam pengaturan organ-organ jantung dan vascular”.


RESEPTOR SSO SIMPATIS
Reseptor α (Subtipe : α1 dan α2)
<*>  α1, Terdapat pada otot polos pembuluh darah, sel kemih, kelamin, peredaran darah jantung.
<*>  α2, Terdapat pada ujung saraf adrenergik, sel-sel efektor pada otak, β pankreas dan platelet .

Reseptor β (Subtipe : β1, β2 dan β3)
Berdasarkan perbedaan selektivitas pada bidang agonis & antagonisnya.
<*>   β1, Terdapat pada jantung.
<*>   β2, Bronkus, peredaram darah, sal cerna dan sel kemih.
<*>   β3, Jaringan adiposa.
Dimana aktivasi reseptor;
<*>   β1, Menimbulkan perangsangan jantung dan peningkatan sekresi renin di ginjal.
<*>   β2, Relaksasi otot polos bronkus , dan sebagainya.
<*>   β3, Memperantai liposis dalam jaringan lemak.
apotik-s7.blogspot.com
Powered by Starfish7
Read more! - Obat - Obat Otonom

Selamat datang




Read more! - Selamat datang

7 Star's Pharmacist

1. Care Giver
2. Decision Maker (Pembuat keputusan)
3. Comunicator
     Jembatan hubungan antara dokter dan pasien.
4.  Leader / Manager
     Mengelola sumber daya manusia.
5. Life Long Learner
6. Teacher

7. Reseacher


apotik-s7.blogspot.com
Read more! - 7 Star's Pharmacist

Sperma yang berkualitas

Spermatozoid atau sel sperma atau spermatozoa (berasal dari bahasa Yunani kuno: σπέρμα yang berarti benih, dan ζῷον yang berarti makhluk hidup) adalah sel dari sistem reproduksi laki-laki. Sel sperma akan membuahi ovum untuk membentuk zigot. Zigot adalah sebuah sel dengan kromosom lengkap yang akan berkembang menjadi embrio.

Sel sperma manusia adalah sel sistem reproduksi utama dari laki-laki. Sel sperma memiliki jenis kelamin laki-laki atau perempuan. Sel sperma manusia terdiri atas kepala yang berukuran 5 µm x 3 µm dan ekor sepanjang 50 µm. Sel sperma pertama kali diteliti oleh seorang murid dari Antonie van Leeuwenhoek tahun 1677 (Wikipedia).

Berdasar Foxnews, Sabtu (4/12/2010) Dr David Shin, kepala pusat kesehatan seksual dan fertilitas di departemen urologi dari Hackensack University Medical Center di New Jersey menuturkan beberapa rahasianya:
 
>> Sperma diproduksi di testis dan membutuhkan waktu selama 10 minggu untuk menjadi matang. Sperma yang matang ini bisa menunggu selama dua minggu di daerah yang disebut epididimis (waduk penyimpanan sperma), organ ini berada di atas testis.
Berat dari sperma manusia sebesar 55 mikron (mikrometer atau sepersejuta meter).

>> Sperma ini sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti 'biji atau benih', yang hanya bisa berenang maju dan tidak bisa mundur.
 
>> Bentuk sperma yang normal memiliki kepala dan ekor, sedangkan yang abnormal memiliki dua kepala atau dua ekor.
 
>> Laki-laki yang sehat akan memproduksi 70-150 juta sperma per hari. Sperma ini terdapat dalam air mani yang mana rata-rata volume air mani normal yang dihasilkan pada ejakulasi adalah 2-5 ml (setengah sampai 1 sendok makan ukuran Inggris).

>> Dari setiap cairan semen (air mani) hanya terdapat sperma sebanyak 5 persen. Kebanyakan cairan semen ini terdiri dari cairan yang memberikan nutrisi serta menjadi pelindung pada saat sperma masuk melalui saluran reproduksi perempuan.

>> Sperma bisa bergerak rata-rata sejauh 1-4 milimeter per menit. Untuk menempuh perjalanan menuju sel telur di dua tabung falopi, sperma membutuhkan waktu 45 menit - 3 jam.
 
>> Dari sperma yang keluar saat ejakulasi, hanya sekitar 25-50 persen saja yang bisa bergerak maju dengan baik, dan terkadang ada sperma yang membutuhkan waktu selama 3 hari untuk mencapai sel telur. Sperma yang sudah masuk ini bisa bertahan hidup sampai 5 hari di dalam rahim perempuan. Kondisi ini membuat seseorang bisa hamil setelah beberapa hari melakukan hubungan seksual.
 
>> Sperma ini mengandung Y dan X, sperma Y untuk membuat anak laki-laki dan berenang lebih cepat karena beratnya lebih sedikit dibanding sperma X (untuk membuat anak perempuan).
 
>> Untuk meningkatkan pergerakan dari sperma agar bisa berenang dengan cepat dan baik adalah mengonsumsi banyak buah-buahan dan sayuran, mengurangi stres, berolahraga secara teratur, memperhatikan berat badan, menghindari penggunaan narkoba dan membatasi asupan alkohol.

Sedangkan untuk kualitas sperma yang dikutip dari WebMD, Minggu (9/1/2011), ada 7 indikator sperma yang sehat dan berkualitas.
1. Volume
Dalam satu kali ejakulasi, normalnya penis menyemburkan sperma sekitar 2-6 mililiter. Jika kurang dari angka tersebut, kemungkinan ada masalah dengan kesuburan atau bisa juga disebabkan oleh frekuensi ejakulasi yang terlalu sering (termasuk lewat masturbasi).
2. Waktu pembekuan
Cairan sperma yang kental mengandung protein dan akan menggumpal (koagulasi) jika dibiarkan berada di udara terbuka selama 20-30 menit. Jika tetap cair hingga waktu yang terlalu lama, kemungkinan ada infeksi di saluran kencing.
3. Jumlah sel sperma
Indikator ini tidak bisa diamati dengan mata telanjang, harus diperiksa di bawah mikroskop. Jumlah sel sperma dalam sekali ejakulasi normalnya sekitar 40 juta atau 0 pada pria yang telah menjalani vasektomi. Kurang dari jumlah tersebut bisa dikatakan kurang subur, meski tidak menutup kemungkinan untuk tetap punya anak.
4. Bentuk sperma (morfologi)
Untuk dapat dikatakan sehat, minimal 70 persen sel sperma dalam sekali ejakulasi harus memiliki bentuk ideal. Jika sel sperma yang abnormal terlalu banyak (punya 2 ekor, ekor pendek atau kepalanya kecil), kemampuan pria untuk membuahi pasangannya akan berkurang.
5. Pergerakan sperma (motilitas)
Kualitas sperma dikatakan bagus jika pergerakannya cukup gesit. Minimal 60 persen sel sperma dalam sekali ejakulasi harus menunjukkan gerakan yang cepat, sisanya tidak masalah jika agak lambat.
6. Keasaman (pH)
Cairan sperma dengan pH 7,2 hingga 8,0 merupakan kondisi ideal bagi sel sperma untuk mampu bertahan hidup bergerak dengan pergerakan paling optimal. Kondisi keasaman yang terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa membunuh sel sperma.
7. Jumlah sel darah putih
Normalnya keberadaan sel darah putih tidak terdeteksi di dalam cairan sperma. Sel darah putih terdeteksi di urine dan cairan sperma jika terjadi infeksi, sehingga kadang-kadang ditemukan bersama dengan beberapa bakteri penyebab infeksi.

Source from detikHealth
Read more! - Sperma yang berkualitas

Waspadai penyakit saat musim hujan ?

Banyak hal penyebab penyakit disaat musim hujan seperti sekarang ini. Saat musim hujan biasanya orang terbawa suasana malas dan banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan serta malas minum air putih. Sehingga karena kurangnya aktifitas dari badan dapat menyebabkan sistem imun tubuh menurun dan kehujanan yang berakibat daya tahan tubuh menurun. 

Beberapa hal untuk menjaga agar tetap sehat selama musim hujan :

1. Mencuci tangan
Mencuci tangan merupakan upaya agar tidak tertular virus menular seperti flu dan batuk yang banyak diderita oleh orang saat musim hujan. Cucilah tangan menggunakan sabun selama 30 menit dan keringkan.

2. Menjaga tubuh dalam kondisi hidrat
Konsumsilah air yang cukup agar tubuh tetap hidrat serta sumber cairan lain seperti jus buah atau sayuran, susu, teh dan banyak makan sayuran.

3. Pilih makanan yang sehat
Disaat musim hujan makanan sehat sangat rawan, selain itu konsumsi makanan yang seimbang terutama ikan, karena mengandung asam omega yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta makan makanan berserat dan kurangi makanan manis atau cepat saji untuk mendapatkan antioksidan.

4. Tetaplah aktif dan Konsumsi multivitamin

Influenza adalah salah satu penyakit yang harus diwaspadai saat musim hujan. Penyakit ini merupakan termasuk penyakit yang menular, menyerang saluran napas, dan sering menjadi wabah yang diperoleh dari menghirup virus influenza. Penyebabnya adalah virus influenza, virus ini memiliki banyak strain diantaranya virus influenza tipe A, B dan C.

Adapun gejalanya, penderita secara tiba-tiba menjadi demam, letih, lesu, kehilangan selera makan, sakit kepala, belakang tangan dan kaki serta menderita sakit tenggorokan dan batuk kering.


Influenza tidak harus diobati dengan pemberian antibiotika karena penyebab penyakit ini adalah virus, bukan mikrobakteri. Untuk influenza yang belum berkomplikasi, harap beristirahat dengan cukup di rumah agar tidak menjadi bertambah parah. Mungkin dibutuhkan waktu sekitar 2 hari setelah demam berlalu. Agar lebih cepat sembuh dapa diberikan dekongestan. 

Influenza akan sembuh dengan sendirinya sesuai dengan daya tahan tubuh, bila demam atau sakit kepala bisa diberikan parasetamol sebagai analgetik & antipiretik. Sedangkan antibiotik diberikan bila komplikasi pneumonia bakteri dan pada pasien penderita bronkitis kronis.
Read more! - Waspadai penyakit saat musim hujan ?

Swamedikasi

Swamedikasi, berdasarkan permekes No.919/MENKES/PER/X/1993 merupakan upaya seseorang dalam mengobati gejala sakit atau penyakit tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Dalam hal ini Apoteker harus memberikan informasi obat yang objektif dan rasional. 

Swamedikasi dilakukan untuk kondisi penyakit yang ringan, umum dan tidak akut, seperti sakit kepala, sakit gigi, demam, diare, batuk ringan, salesma, influenza dan lainya.

Sesuai permenkes No.919/MENKES/PER/X/1993, kriteria obat yang dapat diserahkan tanpa resep dokter : 1.)Tidak dikontraindikasikan untuk penggunaan pada wanita hamil, anak di bawah usia 2 tahun dan orang tua di atas 65 tahun; 2.) Pengobatan sendiri dengan obat dimaksud tidak memberikan risiko; 3.) Penggunaannya tidak memerlukan cara atau alat khusus; 4.) Penggunaannya diperlukan untuk penyakit yang prevalensinya tinggi di Indonesia; 5.) Obat dimaksud memiliki rasio khasiat keamanan yang dapat dipertanggungjawabkan untuk pengobatan sendiri.

Jenis obat yg digunakan pada penanganan Swamedikasi,
       >> Obat bebas OTC (Over the counter) tanpa resep dokter.
       >> Obat bebas : tanda lingkaran hitam, dasar hijau.
       >> Obat bebas terbatas : tanda lingkaran hitam, dasar biru.
       >> Obat Wajib Apotek (OWA) 
             Merupakan obat keras tanpa resep dokter, tanda: lingkaran hitam, dasar merah.
       >> Suplemen makanan / Multivitamin.

Beberapa contoh penanganan Swamedikasi,
Analgetika (pereda nyeri) & Antipiretika (penurun panas)
       >> Parasetamol (asetaminofen).
Gangguan lambung
       >> Oralit (untuk diare).
       >> Aluminium & magnesium hidroksida (gejala kelebihan asam lambung).
Obat batuk:
       >> Dekstrometorfan (penekan batuk).
       >> Obat batuk hitam (pencair dahak).
Read more! - Swamedikasi

Seledri | 9 Ramuan yabg Menyehatkan

Seledri, merupakan tanaman yang bernama Latin Apium graveolens ini memang telah dikenal banyak manfaatnya untuk kesehatan. Tak hanya daunnya saja yang memiliki khasiat, akar, buah dan biji seledri pun dapat digunakan sebagai obat.

Akar seledri berkhasiat memacu enzim pencernaan dan peluruh kencing (diuretik), buah atau bijinya sebagai pereda kejang (antispasmodik), menurunkan kadar asam urat darah, antirematik, peluruh kencing, peluruh kentut (karminatif), afrodisiak, dan penenang (sedatif).

Drs. Sudjaswadi Wiryowidagdo, mantan Kepala Sub Direktorat Pengawasan Obat Tradisional, Departemen Kesehatan RI, menyatakan bahwa seledri mengandung flavonoid, saponin, tanin 1 persen, minyak atsiri 0,033 persen, flavoglukosida, apigenin, kolin, lipase, asparagines, zat pahit, serta vitamin A, B, dan C.

Setiap 100 gram daun seledri mengandung air sebanyak 93 ml, protein 0,9 gram, lemak 0,1 gram, karbohidrat 4 gram, serat 0,9 gram, kalsium 50 mg, besi 1 mg, fosfor 40 mg, iodium 150 mg, kalium 400 mg, magnesium 85 mg, vitamin A 130 IU, vitamin C 15 mg, riboflavin 0,05 mg, tiamin 0,03 mg, dan nikotinamid 0,4 mg. Akarnya mengandung asparagin, zat pati, lendir, minyak atsiri, pentosan, glutamine, dan tirosin. Bijinya mengandung apiin, minyak menguap, api genin, dan alkaloid.

Hasil sebuah penelitian di tahun 1988, menemukan infus daun seledri dengan kadar 10 persen sebanyak 5 ml/kg bb akan memberikan efek penurunan kadar asam urat darah kera secara nyata jika dibandingkan dengan pemberian probenecid 20 mg/kg bb pada 3, 4, 5, dan 6 jam pemberian.

Penelitian lain yang dilakukan di FMIPA Universitas Hasanudin, Makasar, Sulawesi Selatan, tahun 1985, pemberian ekstrak seledri dengan cara peras menunjukkan penurunan tekanan darah kucing. Alkaloid yang terkandung dalam biji seledri mempunyak efek sedatif dan antikonvulsan pada tikus. Minyak menguap pada biji tanaman ini dapat menghambat perkembangan jamur, seperti Histoplasma capsulatum dan Candida albicans.

Dr. Setiawan Dalimartha, mantan anggota SP3T (Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional) DKI Jakarta menerangkan beberapa pemakaian seledri untuk pengobatan.

Untuk obat yang diminum, 30-40 lembar daun seledri direbus, lalu air rebusannya diminum. Cara lain, 1,3–3,9 gram biji seledri direbus dalam api kecil selama 3 jam, lalu airnya diminum. Untuk pemakaian luar, giling daun segar hingga halus, lalu borehkan pada bisul atau bagian tubuh yang meradang.

Dari suburkan rambut hingga obati rematik, berikut ini ramuan seledri dan manfaatnya bagi kesehatan.
1.    Menyuburkan Rambut 
       Caranya: Cuci 7-10 tangkai daun seledri sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Setelah dikeramas, 
       gosokkan tumbukan daun seledri ke kulit kepala dan rambut secara merata sambil dipijat ringan. 
       Setelah selesai, bungkus rambut dengan handuk selama kurang lebih 1 jam. Bilas rambut dengan air 
       bersih. Lakukan seminggu sekali.

2.    Menurunkan Kolesterol
       Caranya: Cuci 30 gram akar seledri sampai bersih, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 
       gelas. Setelah dingin, saring. Airnya diminum sekaligus.

3.    Mengatasi Alergi
       Caranya: Ambil 2 batang seledri, 3 buah wortel ukuran sedang, dan 1 buah umbi bit ukuran sedang, 
       cuci bersih, lalu dijus. Minum jus tersebut sekaligus waktu perut kosong. Lakukan dua kali sehari.

4.    Mengurangi Kolik dan Sakit Perut
       Caranya: Sediakan 60 gram seledri segar, 1 ruas jari tangan jahe merah, dan sepotong gula aren. Rebus 
       dalam 2 gelas air bersih hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin saring, airnya diminum sekaligus.

5.    Meredakan Batuk
       Caranya: Cuci 30 gram seledri segar, lalu potong-potong. Rebus dalam 3 gelas air bersih hingga 
       tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring. Bila suka, tambahkan madu. Gunakan ramuan ini untuk dua kali 
       minum, pagi dan sore.

6.    Mengobati Bronkitis
       Caranya: Cuci 60 gram seledri segar, 10 gram kulit jeruk mandarin kering, dan 25 gram gula aren 
       hingga bersih. Setelah dipotong-potong, masukkan ke dalam panci email, tambahkan 3 gelas air bersih 
       dan rebus hingga tersisa setengahnya. Setelah dingin, saring dan airnya dibagi untuk dua kali minum, 
       pagi dan sore.

7.    Menurunkan Tekanan Darah
       Caranya: Cuci 100 gram seledri seutuhnya sampai bersih, lalu tumbuk hingga halus. Tambahkan 1 
       cangkir air hangat, lalu disaring. Setelah dingin, bagi untuk dua kali minum, pagi dan siang.

8.    Mengatasi Mata Kering
       Caranya: Makan daun seledri sebagai lalap segar. Lakukan setiap hari.

9.    Mengobati Rematik
       Caranya: Cuci 30-40 lembar daun seledri, lalu siram dengan air panas. Makan sebagai lalapan. 
       Lakukan dua kali sehari.
Read more! - Seledri | 9 Ramuan yabg Menyehatkan

Antibiotik | Menimbulkan Alergi

Antibiotik, selain menimbulkan efek samping, ada sejumlah orang yang mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi antibiotika. Kalau sebelumnya seseorang sudah tahu alergi dengan antibiotika tertentu, sudah pasti ia tidak akan diberikan antibiotika tersebut.

Reaksi alergi yang ditimbulkan bisa bermacam-macam. Yang paling sering adalah gatal di kulit atau urtikaria. Yang berbahaya, apabila terjadi edema atau bengkak pada tenggorokan yang membuat seseorang seperti tercekik.

Reaksi lain, ada yang mencetuskan gejala asma, seperti sesak napas. Reaksi serius lainnya adalah sindrom Steven Johnson, yang membuat seluruh permukaan kulit pasien meradang. Bahkan, kemudian timbul vesikel seperti cacar air di seluruh tubuh. Apabila kondisi ini terjadi, pasien harus segera dirawat karena situasinya sudah darurat. Namun, yang paling ekstrem adalah muncul shock anafilaktik hingga berujung pada kematian.

Antibiotika golongan penisilin, disebutkan oleh Dr.J.Hudyono, MS.Sp.Ok, biasanya menimbulkan alergi. Itu sebabnya, para dokter lebih berani memberikan penisilin saat pasien berada di rumah sakit yang memiliki alat untuk kondisi gawat darurat.

Mengingat kemungkinan efek samping, termasuk reaksi alergi dan bahaya resisten, Dr.Hudyono memberikan sejumlah saran sebelum mengonsumsi antibiotika.

  1.  Konsumsi antibiotika sesuai dengan yang diresepkan oleh dokter, baik untuk dosis maupun lamanya.
       Sertakan pula informasi kepada dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap antibiotika.
       Jangan berinisiatif menggunakan antibiotika atas keinginan sendiri karena penyakit yang diderita saat  
       ini belum tentu sama dengan penyakit sebelumnya.
  2. Jangan memberikan antibiotika kepada anggota keluarga lain meski kasusnya hampir sama. Antibiotika 
       itu belum tentu cocok bagi mereka. Apalagi kalau kemudian anggota keluarga tersebut memiliki alergi 
       yang bisa membahayakan diri mereka.
   3. Tidak meminta antibiotika kepada dokter. Ingat, antibiotika digunakan untuk infeksi bakteri dan bukan 
       infeksi virus. Jadi, kalau sakit flu yang disebabkan oleh virus, tidak perlu antibiotika.
   4.Ubah pola berpikir bahwa penyakit apa pun apabila tidak diberi antibiotika tidak bakal sembuh. Yang 
      benar adalah, antibiotika digunakan sesuai dengan bakteri yang menginfeksinya.

Antibiotik Kacaukan Perut AndaPeran antibiotik yang ampuh membunuh kuman tak selalu bermanfaat bagi manusia. Karena nyatanya, mengonsumsi antibiotik juga dapat mengganggu keseimbangan mikroba baik yang hidup di dalam usus sehingga menyebabkan kondisi kesehatan menjadi tak terduga.

Berdasarkan penelitian Les Dethlefsen dan David Relman dari Universitas Stanford California, AS, terhadap pasien yang diberi ciprofloxacin terungkap bahwa antibiotik yang dikonsumsi menekan semua populasi bakteri menguntungkan. Setidaknya setiap pasien memerlukan waktu berbulan-bulan untuk pulih.

Penelitian yang diterbitkan jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini mendukung kebijaksanaan yang mengatakan bahwa antibiotik dapat merusak bakteri baik yang hidup di tubuh. Penelitian ini juga mendukung pentingnya pengembangan produk probiotik, termasuk yoghurt yang mengandung bakteri hidup.

Dalam riset selama sekitar 10 bulan, para ahli melibatkan tiga perempuan relawan dengan memberikan tablet antibiotik. Pemberian obat dilakukan dalam dua fase dengan setiap fase berlangsung selama lima hari. Kemudian, para peneliti melakukan tes DNA pada sampel tinja dari para relawan untuk menentukan jenis mikroba yang hidup dalam usus.

"Hasilnya, efek ciprofloxacin pada mikrobiota usus sungguh pesat. Selama sepekan setelah pemberian antibiotik, mereka kembali pada kondisi awal, tapi tidak sepenuhnya lengkap," kata Dethlefsen.

Hasil studi lain juga mendukung gagasan bahwa manusia dan hewan memiliki hubungan simbiosis dengan kuman. Mikroba dalam usus membantu mencerna makanan dan kuman baik dapat membuat jarak sehingga kuman buruk menjauh. "Distal usus manusia adalah salah satu ekosistem paling kompleks di planet ini," ungkap Dethlefsen.

Mematikan mikroba dapat memicu obesitas dan kemungkinan alergi. Riset lain juga menemukan bahwa Lactobacillus reuteri yang ditemukan dalam ASI dapat melindungi tubuh dari infeksi rotavirus.

Beberapa studi terbaru juga menemukan bakteri tertentu menyebabkan radang yang dapat memengaruhi nafsu makan serta kondisi peradangan usus, seperti penyakit Crohn dan kolitis.

Menurut Dethlefsen, membunuh populasi bakteri dalam tubuh secara teratur dapat membantu mendorong penyebaran bakteri super yang resisten terhadap obat-obatan.

"Salah satu potensi percabangan yang dapat mengubah manusia adalah menambah gen yang kebal terhadap antibiotik. Setiap penggunaan antibiotik sama halnya seperti melempar dadu karena berpotensi memunculkan strain jahat yang mengganti bakteri baik," tandasnya.
 
Cepat atau Lambat, Bakteri Makin Kebal
Munculnya bakteri super yang resisten terhadap berbagai antibioitik paling ampuh sekalipun bukanlah hal baru dalam dunia kedokteran. Cepat atau lambat, bakteri memang akan menjadi resisten terhadap antibiotik (multiresisten) yang ada saat ini.

"Tidak ada antibiotik yang sensitif (mampu bertahan lama) dalam membunuh bakteri. Para ahli mikrobiologi menganggap, antibiotik bukan merupakan cara tepat untuk menangani penyakit. Karena apabila peneliti menemukkan antibiotik untuk membunuh bakteri, tahun-tahun berikutnya bakteri akan menjadi resisten terhadap antibiotik yang ada," kata Prof. Sam Soemarto dari PAMKI (Perhimpunan Ahli Mikrobiologi Klinik Indonesia),  Kamis (12/08/10).

Menurut Prof. Sam, pada dasarnya bakteri menjadi resisten karena banyak cara. "Pertama, memisahkan dirinya secara genetik. Kemudian dia bisa tumbuh menjadi bakteri baru yang kebal karena adanya proses mutasi dan transfer gen antibiotik ke bakteri lain," jelas Prof. Sam.

Mutasi sendiri ialah terjadinya modifikasi protein, yaitu penurunan afinitas ikatan protein bakteri dengan antibiotik. Protein akan tahan terhadap kehilangan efisiensi karena mutasi tersebut.  Nantinya, mutasi genetis yang berbeda akan menghasilkan tipe resistensi yang berbeda juga.

"Beberapa mutasi mengakibatkan bakteri dapat menghasilkan zat kimia (enzim) yang cukup untuk menonaktifkan antibiotika. Hal yang sama terjadi pada bakteri super yang menghasilkan enzim NDM-1," kata Prof Sam.

Selain itu, menurut Prof, Sam Soemarto, resistensi juga terjadi karena bakteri mentransfer gen antibiotik ke bakteri lain.  Bakteri bisa mendapatkan gen-gen resisten terhadap antibiotika dari bakteri lain dengan beberapa cara. Dengan melakukan proses perkawinan sederhana yang disebut “konjugasi,” bakteri dapat mentransfer materi genetik, termasuk kode-kode genetik yang resisten terhadap antibiotika (ditemukan dalam plasmids and transposons) dari satu bakteri ke bakteri yang lainnya.

Bakteri yang mendapatkan gen-gen resisten, baik melalui mutasi spontan atau melalui pertukaran genetis dengan bakteri lainnya, memiliki kemampuan untuk melawan satu atau lebih jenis antibiotika. Karena bakteri dapat mengumpulkan beberapa sifat resistensi seiring dengan berjalannya waktu, mereka dapat menjadi resisten terhadap beberapa jenis antibiotika yang berbeda.

Penggunaan tidak tepat"Resisten dari bakteri itu sendiri bisa dipercepat oleh pola pemakaian antibiotik(resep) yang dipakai dakter tidak tepat," kata Prof Sam.

Menurut Prof. Sam, kebanyakan resep untuk penyakit tertentu seharusnya tidak perlu menggunakan antibiotik. Misalkan resep untuk flu, yang diketahui jelas bahawa penyakit flu berasal dari virus, sehingga tidak terpengaruh oleh pemberian antibiotik.

Selain itu Prof. Sam menjelaskan bakteri yang mengalami resistensi terhadap antibiotika juga disebabkan karena adanya penyalahgunaan dan penggunaan antibiotik yang dapat dibeli tanpa resep dokter. "Pasien suka minum antibiotik tertentu padahal belum tentu obat itu mengobati penyakitnya, " kata Prof. Sam.

Padahal, penggunaan antibiotik yang sembarangan dapat menghasilkan jenis bakteri baru yang dapat bertahan terhadap pengobatan yang diberikan atau yang disebut dengan resistensi bakteri. Jenis bakteri baru ini memerlukan dosis yang lebih tinggi atau antibiotika yang lebih kuat untuk dapat dimusnahkan.

Di sisi lain, lanjut Prof. Sam, kebiasaan pasien tidak menghabiskan antibiotik yang diberikan dokter juga berpengaruh untuk meningkatkan resistensi dari bakteri tersebut.

Kuman yang Resistan Terus Bertambah

Saat ini kuman yang resistan terhadap obat terus bertambah jenisnya sehingga menyulitkan pengobatan dan biayanya pun semakin tinggi.

Demikian terungkap dalam seminar "Penggunaan Antimikroba secara Rasional" yang diselenggarakan Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Senin (21/6/2010) di Jakarta. Kegiatan itu terkait Symposium of Indonesia Antimicrobial Resistance Watch pada 2-4 Juli 2010.

Pakar mikrobiologi klinik, Prof Agus Sjahrurachman, mengatakan, resistensi terhadap antimikroba adalah hal alami karena mikroba mengembangkan mekanisme mempertahankan diri. Namun, ulah manusia ikut mempercepat terjadinya resistensi dan penyebarannya. Kecepatan resistensi tidak seimbang dengan laju penemuan obat antimikroba baru. Akibatnya, penanganan penyakit semakin sulit dan biayanya pun meningkat.

Beberapa contoh kuman yang resistan antara lain Salmonella typhi yang resistan terhadap chloramphenico dan Streptococcus pneumonia terhadap makrolida baru. Mycobacterium tuberculosis yang tadinya resistan rendah terhadap INH tingkat resistensinya semakin tinggi. Bahkan, ada kasus kuman yang resistan terhadap banyak obat, contohnya Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis yang resistan pada Methicillin, Staphylococcus aureus resistan pada Vancomycin.

"Bakteri resistan itu justru banyak di rumah sakit, terutama di ruang rawat intensif, karena kegiatan pengobatan. Kuman-kuman resistan di rumah sakit itu bisa terbawa ke luar rumah sakit, kemudian menyebar," ujarnya.

Selain itu, penggunaan antibiotik sembarangan, putus obat, lemahnya pengendalian infeksi di rumah sakit, promosi obat-obatan yang berakibat penggunaan terlalu masif, dan ketidaktepatan penanganan pasien juga mendorong percepatan resistansi.

Ahli penyakit dalam dari FKUI, Prof Djoko Widodo, mengungkapkan, resistansi terhadap antibiotik menjadi masalah yang terus meningkat. Guna mengendalikan resistansi itu, setiap rumah sakit seharusnya mempunyai peta kuman dengan pemeriksaan. Dengan peta kuman, diketahui kuman yang telah resistan dan pengendaliannya. Ini termasuk penatalaksanaan oleh dokter terhadap pasien.

Dokter spesialis mikrobiologi klinik, Anis Karuniawati, mengatakan, dengan adanya data hasil pemeriksaan kultur dan uji sensitivitas terhadap antibiotik yang akurat, dapat disusun suatu kebijakan pemilihan antibiotik sesuai pola mikroba dan pola resistensi di rumah sakit.

Sumber : IAI Online
Read more! - Antibiotik | Menimbulkan Alergi

Obat Antituberkulosis | Dapat menimbulkan TB-XDR

Penyalahgunaan Obat Antituberkulosis Memicu TB-XDR

Penyalahgunaan obat antituberkulosis berisiko menimbulkan resistensi obat, termasuk menimbulkan tuberkulosis extensively drug resistant (Tb-XDR). Tuberkulosis (Tb) merupakan penyakit menular yang disebabkan kuman Mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar kuman Tb menyerang paru, tetapi juga dapat mengenai organ tubuh lainnya.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama mengatakan dalam temu media, Jumat (17/12), tuberkulosis multidrug resistant (Tb-MDR) menjadi perhatian Indonesia nomor delapan dari 27 negara dengan beban terbesar Tb-MDR. Perkiraan insidensi Tb-MDR di Indonesia sebesar 6.395 kasus per tahun. Tb-MDR umumnya merupakan Tb yang resisten terhadap isoniazid (H) dan rifampisin (R) dengan atau tanpa resisten obat lainnya. Situasi tersebut dapat semakin parah jika terjadi kasus tuberkulosis extensively drug resistant (Tb-XDR) yang salah satunya dapat timbul akibat penyalahgunaan obat antituberkulosis lini dua. Saat ini, obat antituberkulosis lini dua yang beredar, seperti quinolon dan kanamisin, banyak disalahgunakan. 
Untuk penyakit lain 
Tjandra mencontohkan, quinolon banyak digunakan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit lain di luar tuberkulosis sehingga begitu penderita terkena tuberkulosis, kuman telah resisten. Kemungkinan lainnya ialah terjadi kesalahan dalam pembelian obat yang dapat memicu resistensi. Padahal, penanganan Tb-MDR berpuluh kali lipat lebih mahal, lama, dan efek samping obat lebih berat. Lebih bahaya lagi, belum ada obat yang direkomendasikan untuk membunuh kuman Tb-XDR-TB. Tjandra mengatakan, Tb-MDR merupakan kesalahan manusia. Resistensi obat sebetulnya dapat diobati dengan menerapkan strategi DOTS (directly observed treatment shortcourse chemotherapy) atau pengawasan langsung menelan obat jangka pendek yang baik. Pengobatan juga harus lengkap dan harus memadai. Situasi tuberkulosis di Indonesia sendiri membaik. Indonesia saat ini berada di urutan kelima dari 22 negara dengan beban Tb terbanyak menurut Global Tuberculosis Control (2009). Sebelumnya, Indonesia menduduki urutan ketiga. Namun, penanganan tuberkulosis semakin berat dengan merebaknya HIV/AIDS dan Tb-MDR. 

Efek Samping Obat Tuberkulosis
Pada umumnya, penderita dapat merasakan manfaat obat tuberkulosis setelah dua minggu pengobatan. Gejala penyakit seperti demam dan batuk akan mulai berkurang, namun itu tak berarti obat dapat dihentikan. Cukup banyak penderita tuberkulosis yang tidak minum obat lagi karena merasa badannya sudah sehat. Tindakan ini tidak tepat karena kalau obat tuberkulosis tak diminum sampai selesai, yaitu enam bulan, maka sebenarnya tuberkulosis belumlah sembuh meski gejalanya sudah hilang. Gejala tersebut akan timbul kembali karena kuman tuberkulosisnya masih aktif.

Dokter umum mempunyai kemampuan untuk mendiagnosis dan mengobati tuberkulosis. Karena itu, keponakan Anda dapat melanjutkan pengobatan di puskesmas. Gangguan fungsi hati biasanya akan membaik kembali. Puskesmas dan dokter keluarga merupakan lini terdepan dalam mencegah dan mengobati tuberkulosis. Sedangkan dokter spesialis akan membantu jika ada kasus sulit dalam penatalaksanaan penyakit tersebut. Biasanya, dokter puskesmas atau dokter keluarga akan merujuk pasien jika memang dalam pengobatan menghadapi masalah yang di luar kemampuan mereka.

Angka keberhasilan terapi tuberkulosis amat tinggi sehingga masyarakat hendaknya dapat memanfaatkan pengobatan cuma-cuma yang disediakan pemerintah. Dengan jaminan obat akan diminum sampai selesai, hasil pengobatan dalam program pemerintah ini menunjukkan hasil yang baik. Karena itulah, keluarga perlu ikut menjaga agar obat tuberkulosis dapat diminum sampai selesai, yaitu sekitar enam bulan. 

Penularan
Pada penderita tuberkulosis paru yang belum diobati dapat ditemukan kuman tuberkulosis di dahaknya, pada masa ini penderita dapat menyebarkan kuman pada lingkungannya melalui udara. Karena itulah, jika penderita batuk, dia harus menutup mulutnya agar tak menyebarkan kuman ke udara. Namun jika penderita telah diobati, biasanya kumannya tak ditemukan lagi sehingga risiko menularkan pada orang lain berkurang. Jika ada anggota keluarga yang menderita tuberkulosis, langkah pertama adalah mengobatinya sehingga dia tak lagi jadi sumber penularan. Kedua adalah dengan mencegah penularan pada anggota keluarga dengan cara penderita menutup mulut pada waktu batuk. Anggota keluarga perlu meningkatkan kekebalan tubu dengan hidup sehat, yaitu mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga, tidur yang baik, dan menjaga ventilasi udara di rumah agar berjalan dengan baik.

Dalam menjalani terapi tuberkulosis, adakalanya dihadapi efek samping obat tuberkulosis. Efek samping ini jarang terjadi, jika terjadi dokter akan dapat mendeteksinya dan mengatasinya. Jadi, Anda tak perlu terlalu khawatir dengan efek samping yang dialami oleh keponakan Anda. Bantulah dokter puskesmas yang mengobatinya untuk menemukan obat yang dapat ditoleransi oleh hati keponakan Anda. Biasanya, obat akan dimulai lagi secara bertahap sampai ditemukan kombinasi obat yang cocok untuk penderita. Jadi jangan berhenti berobat jika ada efek samping obat. Makanan yang baik akan meningkatkan kekebalan tubuh dan membantu keberhasilan terapi. Namun untuk menjadikan kuman tuberkulosis tidak aktif, diperlukan obat tuberkulosis yang diminum secara teratur dan lamanya sesuai dengan lama terapi yang dianjurkan dokter.

Read more! - Obat Antituberkulosis | Dapat menimbulkan TB-XDR

FAPA Congress 2012

The 2012 FAPA Congress will be held in the beautiful island of Bali Indonesia (8 - 11 November 2012). It is our great pleasure and honor as the host of the 24rd FAPA Conference to invite you to Bali Indonesia and to share with our Asian colleagues on the relevance of “Pharmacy and the Society” In bringing pharmacists in hospital segment community pharmacy and pharmacy research scientist form all over the Asia continent, our aim is to incorporate all pharmacy professionals together to share their experiences in encountering with the society as a whole and serving individual patients.

Official Website : http://www.fapa2012-bali.com/
(Source : IAI)
Read more! - FAPA Congress 2012

Obat Tradisional | Berbahan Kimia Obat (OT-BKO)

Obat Tradisional yang mengandung bahan kimia obat sebagai Obat pelangsing dan Obat penambah stamina
 
Menurut Kepala Badan POM RI (Kustantinah) Jumat 13 Agustus 2010, menjelaskan bahwa terdapat 46 obat tradisional yaang mengandung bahan kimia di luar takaran yang sudah ditentukan. Jika pada kurun waktu 2001-2007 trend Obat Tradisional Berbahan Kimia Obat (OT-BKO) berbentuk obat rematik dan penghilang rasa sakit, maka sejak 2007 hingga kini menjadi obat pelangsing dan penambah stamina.


Berikut Obat Tradisional Berbahan Kimia Obat yang beredar dipasaran ;

1.   Wei Yi Xin Kapsul 
      Produksi Jiangsu Haihong Pharmaceutical China (Mengandung Glibenklamida).
2.   Gemuk Segar Eka Jaya
      No. 1 Serbuk, Perusahaan Jamu (PJ) Satu Jaya Kopja Aneka Sari Cilacap (mengandung Parasetamol).
3.   Kateling Jiaonang
      Produksi tidak jelas, importir PT Saras Subur Ayoe (mengandung CTM).
4.   Pegal Linu Eka Jaya No.2
      PJSatu Jaya Kopja Aneka Sari Cilacap (mengandung parasetamol).
5.   Pegal Linu Sari Widodo COD
      Ikot Putra Kinasih, Banyuwangi (mengandung Fenilbutason).
6.   Yin Chiao Tablet
      PT Herba Aneka Semesta, Tangerang (mengandung parasetamol).
7.   Gemuk Sehat Pusaka Raga
      PJ Bani Sahad, Cilacap (mengandung parasetamol).
8.   Tenaga Sehat Pegal Linu Serbuk
      Produksi PJ Tenaga Sehat, Cilacap (mengandung metampiron).
9.   Asam Urat Flu Tulang Super Tablet
      PJ Ramuan Makassar, Cilacap (mengandung parasetamol).
10. Asam Urat Flu Tulang Super Tablet
      PJ Ramuan Makassar, Cilacap (mengandung parasetamol).
11. Buah Delima Darah Tinggi Kapsul
      PJ Amrih Sehat, Cilacap (mengandung parasetamol dan fenilbutason).
12. Buah Delima Kapsul
      PJ Amrih Sehat, Cilacap (mengandung parasetamol).
13. Gajah Kuat Tablet
      PJ Pasific Trafic (mengandung fenilbutason).
14. Gemuk Sehat Untuk Pria dan Wanita Jati Sehat
      PJ Salira Jaya, Cilacap (mengandung parasetamol).
15. Obat gatal-gatal (eksim) Brantas Kapsul
      PJ Ampuh Jaya, Cilacap (mengandung CTM).
16. Obat Kuat Tongkat Mesir Serbuk
      PJ Bintang Pasir (mengandung Tadalafil).
17. Pakar Jaya Asam Urat Si Tangkur Serbuk
      PJ Pakar Jaya, Cilacap (mengandung parasetamol).
18. Power Sex Kapsul
      PJ Kuat Sentosa (mengandung sildenafil sitrat).
19. Serbuk Brastomolo
      PJ Sari Manjur, Cilacap (mengandung Natrium Diklofenak).
20. Top Jaya Sakti Kapsul
      PJ Amrih Sehat, Cilacap (mengandung parasetamol).
21. Torpedo Serbuk
      PJ Segurah (mengandung sildenafil sitrat).
22. Walet Mas Serbuk
      PJ Sekar Arum, Cilacap (mengandung parasetamol).
23. Yunang Kapul
      PJ Air Madu, Magelang (mengandung Sildenafil Sitrat).
24. Chang San Serbuk
      PJ Aar Mujarab,Cilacap (mengandung parasetamol).
25. Flu Tulang Serbuk
      PJ Tri Tunggal, Kroya, Cilacap (mengandung parasetamol).
26. Puji Sehat Gemuk Sehat Serbuk
      PJ Puji Sehat, Cilacap (mengandung parasetamol).
27. Sukma Perkasa Asam Urat Serbuk
      PJ Akar Perkasa, Cilacap (mengandung fenilbutason).
28. Asam Urat+Flu Tulang Ramuan Mahkota Dewa Kapsul
      Kopja Aneka Sari Unit III, Gunung Sugih, Cilacap (mengandung Fenilbutason dan parasetamol).
29. Kammasutera Serbuk
      PJ Sari India, Jakarta (mengandung sildenafil sitrat).
30. Pegal Linu dan Asam Urat Montalin Kapsul
      PJ Air Madu, Magelang (mengandung parasetamol dan natrium diklofenak).
31. Godong Ijo Kapsul
       PJ Air Madu, Magelang (mengandung parasetamol dan natrium diklofenak).
32. Buah Merah Khusus Pria dan Wanita Kapsul
       Produksi tidak tercantum (mengandung parasetamol).
33. Pa’e Obat Kuat dan Tahan Lama Kapsul
       PJ Tujuh Empat (mengandung sidenafil sitrat).
34. Kuat Jantan Obat Kuat dan Tahan Lama Kapsul
       PJ Benua Mas (mengandung sildenafil sitrat).
35. Gemuk Sehat Kapsul
       PJPusaka Kraton Jawa (mengandung parasetamol).
36. Akar Jawa China Kapsul
       PJ Bintang Genta Buana, Jateng (mengandung parasetamol).
37. Pegal Linu Reumatik Asam Urat Untuk Pria dan Wanita Kuat Sentosa Serbuk
       PJ Gaya Baru, Cilacap (mengandung parasetamol dan fenilbutason).
38. Multi Guna Kaler Untuk Pria dan Wanita Serbuk
       PJ Berkah Jaya, Cilacap (mengandung parasetamol).
39. Asam Urat Kaler Untuk Pria dan Wanita Serbuk
       PJ Berkah Jaya, Cilacap (mengandung parasetamol).
40. Samurat Extra untuk Pria dan Wanita Serbuk
       PJ Serbat Mujarab, Cilacap (mengandung parasetamol).
41. Asam Urat Nyeri Tulang Pengapuran Kapsul
       PJ Alam Papua, Cilacap (mengandung fenilbutason).
42. 5X Lebih Dahsyat Obat Kuat dan Tahan Lama Tablet
       PJ Singa Laut (mengandung parasetamol).
43. On-Top Kapsul
       produksi Putra Jaya Melaka, Malaysia (mengandung Sildenafil Sitrat).
44. Lizhe Ba Zi Hu Zin Lin Tablet
      New Ving Hong Enterprise, Perak, Malaysia (mengandung parasetamol).
45. New Happy Strong Kapsul
      produksi tidak tercantum (mengandung sildenafil sitrat).
46. Morinda Extra Gingseng Kapsul
      PJ Rizki Sukses Abadi (mengandung parasetamol).

Sumber Data dari Badan POM RI & Vivanews.com
Read more! - Obat Tradisional | Berbahan Kimia Obat (OT-BKO)

CERTICAN® (everolimus) | Obat Baru Tahun 2009

NOVARTIS
CERTICAN® (everolimus)

0.1 mg, 0.25 mg dispersible tablets
Leaflet\

Name of the medicinal product

0.1 mg dispersible tablets
CERTICAN® 0.1 mg dispersible tablets

0.25 mg dispersible tablets
CERTICAN® 0.25 mg dispersible tablets

Qualitative and quantitative composition

The active substance is everolimus.

0.1 mg dispersible tablets
Each dispersible tablet contains 0.1 mg everolimus.                                            

0.25 mg dispersible tablets

Each dispersible tablet contains 0,25 mg everolimus.
For a fulI list of excipients, see section List of excipients.

Pharmaceutical formDispersible tablets are white to yellowish, marbled, round, flat with a bevelled edge
0.1 mg: engraved with "I" on one side and "NVR" on the other.
0.25 mg: engraved with "J0" on one side and "NVR" on the other.
Clinical particulars
 
Therapeutic indications

Certican is indicated for the prophylaxis of organ rejection in adult patients at low to moderate immunological risk receiving an allogeneic renal or cardiac transplant. Certican should be used in combination with ciclosporin for microemulsion and corticosteroids.

Posology and method of administrationTreatment with Certican should only be initiated and maintained by physicians who are experienced in immunosuppressive therapy following organ transplantation and who have access to everolimus whole blood levels monitoring.

Sumber : Badan POM RI
Read more! - CERTICAN® (everolimus) | Obat Baru Tahun 2009

AVAMYS | Obat Baru Tahun 2009

AVAMYS TM NASAL SPRAY
 Fluticasone furoate

QUALITATIVE AND QUANTITATIVE COMPOSISTION
AVAMYS  Nasal Spray is a white, uniform suspension contained in an amber glass bottle, fitted with a metering (50 µL) atomising spray pump. This inner pack is incorporated within a predominantly off-white plastic device with a blue side-actuated lever and a lid which contains a stopper. Each spray of the suspension delivers approximately 27.5 micrograms of micronised fluticasone furoate as an ex-device dose.

PHARMACEUTICAL FORM
Nasal spray, suspension

CLINICAL PARTICULARS
Indications
Adults, Adolescents (12 years and over) and children (6-11 years)

Avamys is indicated for the treatment of :
the symptoms of allergic rhinitis.



Dosage and Administration

AVAMYS  Nasal Spray is for administration by the intranasal route only. For full therapeutic benefit regular scheduled usage is recommended. Onset of action has been observed as early as 8 hours after initial administration. It may take several days of treatment to achieve maximum benefit, and the patient should be informed that their symptoms will improve with continuous regular use. The duration of treatment should be restricted to the period that corresponds to allergic exposure.

Sumber : Badan POM RI
Read more! - AVAMYS | Obat Baru Tahun 2009

AFINITOR | Obat Baru Tahun 2009

AFINITOR®(everolimus)
5 mg and 10 mg tablets
Trade name5 mg tablets
Afinitor 5 mg tablets

10 mg tabletsAfinitor 10 mg tablets

Description and CompositionPharmaceutical form
Tablet.
White to slightly yellow, elongated tablets with a bevelled edge and no score.

5 mg: The tablets are engraved with "5" on one side and "NVR" on the other.

10 mg: The tablets are engraved with "UHE" on one side and "NVR" on the other.

Active substance

5 mg tablets

Each tablet contains 5 mg everolimus.

10 mg tablets

Each tablet contain 10 mg everolimus

ExcipientsButylated hydroxytoluene (E321), magnesium stearate, lactose monohydrate, hypromellose, crospovidone, lactose anhydrous.

IndicationsAfinitor is indicated for the treatment of patients with advanced renal cell carcinoma after failure of treatment with sunitinib or sorafenib.

Dosage and administrationTreatment with Afinitor should be initiated by a physician experienced in the use of anticancer therapies.
Afinitor should be administered orally once daily at the same time every day, either with or  without food (see section Clinical Pharmacology).
Afinitor tablets should be swallowed whole with a glass of water. The tablets should not be chewed or crushed.
Treatment should continue as long as clinical benefit is observed or until unacceptable toxicity occurs.

Sumber : Badan POM RI
Read more! - AFINITOR | Obat Baru Tahun 2009

Selamat Datang

Maaf !!!

Weblog
Masih dalam "Under contruction". Terima Kasih Atas Kunjungan Anda!
Read more! - Selamat Datang

IAI Badan POM DepKes RI WHO Indonesia FIP